Menurut Kantor Berita ABNA. berikut kami uraikan berita terakhir perkembangan revolusi di Bahrain.
Tanggapan persatuan Negara-negara Teluk Persia atas penindasan pada masyarakat Bahrain.
Persatuan Negara-negara Teluk Persia menilai semakin banyaknya pembunuhan dan penangkapan rezim Khalifah dengan tujuan untuk menciptakan ketidakstabilan di Negara Bahrain adalah bentuk kebijakan yang diambil Raja Ali Khalifah.
Para menteri Luar Negeri hari sebelumnya pada pertemuan ke-12 di Abu Dhabi dengan menekankan tanggapan atas hayalan Ali Khalifah dalam upaya menghentikan pergerakan masyarakat Bahrain dengan pembunuhan dan pencekalan. Musyawarah ini berharap kondisi di Bahrain bisa terkondisikan dan tercipta suasana aman.
Pertemuan Ini berlangsung disaat kubu revolusi meminta perbaikan di Negara Bahrain dan menyampaikan ketidaksetujuan mereka atas penindasan Ali Khalifah pada masyarakat yang melakukan aksi demonstrasi. Usaha yang diakhiri tidak lain kecuali dari penyerangan pihak penjaga keamanan pada masyarakat sipil itu.
Serangan peluru ke pangkalan milik Amerika di Baghdad.
Kelompok Sarayan Az-Zahra dalam penjelasannya menyampaikan bahwa dalam protes atas kekejaman Ali Khalifah dan Ali Su’ud terhadap masyarakat lemah Bahrain dan juga terkait pembakaran Qur’an dan perusakan masjid-masjid yang dilakukan dengan dukungan dan lampu hijau Amerika mereka telah meluncurkan delapan peluru kearah pangkalan militer Amerika di Baghdad.
Dalam pernyataan ini tidak disebutkan jumlah korban dan kapan penembakan peluru itu dilakukan.
Dewan Kehakiman Agung Bahrain mendakwa para perawat sebagai penghianat bangsa.
Pimpinan Kehakiman Bahrain menyatakan bahwa dengan penyebaran informasi palsu dan juga bantuan yang diberikan pada masyarakat maka mereka telah menjadi penghianat pada pemerintah Ali Khalifah.
Khalid bin Ali Ali Khalifah pimpinan kehakiman Bahrain mengatakan bahwa organisasi perawat 23 Furiyah sebagai salah satu dari kelompok yang menjadi pendorong penduduk untuk bangkit melawan raja mereka.
Dia tanpa melihat adanya tindakan diluar hukum yang dilakukan Ali Khalifah di Negara Bahrain dan juga undangan Ali Khalifah pada pasukan Ali Su’ud untuk membunuh masyarkat mendakwa para perawat itu telah menyebarkan berita bohong tentang orang-orang yang telah dibantai, para perawat tadi dinilai telah mengajak masyarakat untuk bangkit melawa raja Bahrain. Rezim Khalifah menyatakan para perawat itu telah melakukan tindakan bertentangan dengan penjagaan kestabilan kondisi bangsa.
Khalid bin Ali mengumumkan bahwa para perawat dan juga para pekerja rumah sakit telah menjadi pendukung dan pelindung para masyarakat yang melakukan demonstrasi dan dengan itu berarti telah melakukan kriminalitas terhadap Negara Bahrain.
Bertambahnya antipati umat Islam atas pemerintahan Ali Khalifah dan Ali Su’ud.
Tindakan pelecehan kesucian agama secara terang-terangan dengan perusakan masjid dan pembakaran Qur’an oleh Rezim Hakim terhadap Bahrain dan Arab Saudi menjadikan umat Islam semakin antipati terhadap pemerintahan Ali Khalifah dan Ali Su’ud.
Puluhan orang warga Mesir melakukan pameran lukisan dihadapan kedutaan Besar Bahrain di Kairo Mesir, dalam lukisan-lukisan itu digambarkan pembakaran Qur’an, perusakan masjid-masjid dan juga pembunuhan anak-anak kecil.
Ihab Ar-Rasyidi salah satu wakil Mesir dan juga ahli hak-hak asasi manusia berdiri menentang atas tindakan pembakaran puluhan Qur’an dan juga perusakan masjid-masjid di depan kehakiman Mesir dan juga di Iskandaria.
Salah satu aktivis Mesir dalam hal ini berkata bahwa mereka telah memamerkan lukisan-lukisan yang berkisah tentang kekejaman tentara Arab Saudi di Bahrain dan kami juga telah mengirimkan pesan ke Kedudataan Besar Bahrain bahwa apa yang telah terjadi dan sedang terjadi di Bahrain itu adalah tindakan diluar prikemanusiaan.
Pengajuan 47 perawat ke dewan Kehakiman Bahrain.
Salah satu sumber Bahrain mengabarkan bahwa 47 orang perawat sudah diajukan ke mahkamah Bahrain. Mereka dituduh telah menjadi kelompok yang berupaya untuk menumbangkan pemerintahan yang ada.
Pembahasan menteri luar Negeri Iran sekaitan dengan perubahan yang tengah berlangsung di Kawasan Timur tengah dan sekitarnya.
Menteri luar Negeri Iran melakukan pertemuan dengan raja Oman yaitu raja Qabus bin Sa’id untuk membahas sekaitan masalah Bahrain. Dia berkata, “Masuknya pasukan asing ke Bahrain tidak hanya tidak menjadi pemecahan masalah tapi sebaliknya malah membuat kondisi yang ada menjadi semakin kacau balau, dan bahkan bisa jadi kondisi yang ada akan menjadi lebih parah lagi.”
Doktor Ali Akbar Shalihi dengan mengisyaratkan pada perubahan yang terus berkembang di kawasan Timur Tengah dan sekitarnya berkata, “Masyarakat Bahrain dalam menyampaikan tuntutan mereka itu dengan penuh kedamaian dan berharap mereka ditanggapi dengan demokratis.”
Dia menambahkan, “Masuknya pasukan asing ke Bahrain tidak hanya tidak menjadi pemecahan masalah tapi sebaliknya malah membuat kondisi yang ada menjadi semakin kacau balau, dan bahkan bisa jadi kondisi yang ada akan menjadi lebih parah lagi.”
Dalam ceramah yang ia sampaikan dihadapan masyarakat Iran yang tinggal di Oman menyatakan bahwa Bahrain itu penting untuk kita.
Menjelaskan nilai penting itu ia berkata, “Sekarang ini masyarakat yang meminta dengan penuh perdamaian ini sedang menghadapi bentuk-bentuk penindasan yang sulit untuk dihadapi dan begitu berat.”
Syaikh Mahfud sudah ditangkap.
Alamah Syaikh Ali Muhammad Mahfud pimpinan Jamiyah Amal Islami dan merupakan rohaniawan Islam yang sangat penting telah ditangkap sore hari selasa 4 Mei 2011.
Perkumpulan Amal Islami mengatakan pihak yang bertanggung jawab dalam penangkapan itu adalah pemerintahan Bahrain sendiri.(*)